Selasa, Maret 23, 2021

5 Hari Mengingat Anak Kucing


Day 1
Abu, aku jadi inget deh waktu kamu datang ke rumah bareng sama ibumu, Cemong, dan juga Belang. Aku masih ingat benar bahwa besar badan kamu hanya dua genggam waktu aku coba gendong. Benar-benar kurus. Aku inget setiap pagi kalian rutin mengunjungi rumah untuk minta makan dan sekedar bermain di halaman depan. Awalnya orangtuaku tidak mengizinkan ada kalian di dalam rumah, tapiiii lama-lama hati mereka luluh juga.

Day 2
Maaf banget kalo kalian masih tidur di luar rumah. Harap mengerti ya kalau orangtuaku masih dalam proses untuk menyayangi kalian. Semoga secepatnya aku bisa beli tempat yang nyaman buat kalian tidur atau istirahat, ya...walaupun masih di luar rumah.

Day 3
Setiap salah satu dari kalian ada yang sakit, aku benar-benar khawatir. Kalau kalian main terlalu jauh pun aku juga khawatir. Maaf kalau aku sedikit berlebihan. Karena aku sayang sama kalian. Aku harap kalian selalu hati-hati saat sedang di luar rumah.

Day 4
Katanya, kucing bisa menyerap energi negatif di sekitar kita. Aku mau mengucapkan terima kasih sama kalian. Waktu aku sakit, kalian tungguin aku makan dan minum obat. Bahkan kalian juga tidur di kaki aku. Aku merasa lebih baik saat ada kalian semua. Terima kasih ya anak kecil.

Day 5
Selamat datang di keluarga ini ya sayang-sayangku. Kalian nggak perlu jadi kucing yang pintar akting kayak kucing di TikTok. Cukup jadi diri kalian sendiri aja. Semoga sehat selalu 💚

Rabu, Mei 06, 2020

Tanpa Judul

Aku mengagumimu.

Kalimat itu mungkin terdengar cukup klise, tapi terima kasih sudah mempersilahkan aku masuk ke dalam duniamu. Kamu berhasil membuatku jatuh cinta berkali-kali dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Aku tahu, tak mudah bagimu untuk berjalan diatas setiap kesulitan, tapi percayalah bahwa aku selalu mendukungmu. Aku berjanji akan selalu menjadi penggemar nomor satumu, karena kamu berharga dan pantas untuk disayangi.

Aku mencintaimu.

Kalimat yang sepertinya mudah kuucapkan kepadamu, tetapi butuh keberanian yang cukup untuk mengakuinya. Walau jarang terucapkan lewat kata-kata, semoga tindakanku dapat terbaca dan benakmu cukup untuk mengartikan bahwa aku mencintaimu.

Aku dapat membantumu.

Ini bukan kalimat basa-basi biasa. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku siap untuk melewati semua kesulitan ini bersamamu dalam setiap waktu. Jangan pernah memikul semua kesulitan sendirian. Adakalanya kamu harus bercerita supaya pundakmu terasa ringan dan aku memahami kesulitanmu.

Kamu hebat!

Kalimat ini adalah yang terakhir ingin aku ucapkan kepadamu karena telah melewati semua permasalahan dihidupmu. Ternyata tidak mudah menjadi dewasa, tapi sejauh ini kamu sanggup melakukannya. Aku benar-benar menghargaimu, mencintaimu, ingin selalu mendukungmu, dan akan membantu setiap kesulitanmu.

Dari : Aku.
Untuk : Aku.

Hai diriku yang sedang membaca! Tulisan ini dipersembahkan untukmu. Kamu pantas di apresiasi ;)

Jumat, Desember 28, 2018

Mengubah Gaya Hidup di 2019

Halo semuanya! Kayaknya udah lama banget ya nggak nulis. Doakan semoga bisa lebih konsisten menulis di kemudian hari. Aamiin :)

Jadi gue mau share sedikit tentang video Raditya Dika di YouTube tentang gaya hidup yang sekarang dia terapkan sehari-hari, yaitu gaya hidup minimalis. Jadi bang Radit ini suka banget mengkoleksi jam tangan untuk sebuah momen tertentu. Misal, ketika film barunya tembus dua juta penonton, bang Radit akan beli jam tangan sebagai pengingat momen tersebut. Dan gue cukup kaget ketika dia cerita di channel YouTubenya untuk menjual semua koleksi jam tangannya. Kalian bisa nonton penjelasan bang Radit tentang gaya hidup barunya di sini ya.

Kalau kalian udah nonton, gue mau share sedikit pendapat dari sudut pandang gue. Jadi sebenarnya apa itu hidup minimalis? Harus nggak sih kita melakukan gaya hidup seperti itu?

Hidup minimalis itu nggak sama artinya dengan pelit. Ya ngapain banget pelit sama diri sendiri hahahaha. Hidup minimalis itu artinya adalah mengurangi hal yang tidak esensial dalam hidup kita. Bahasa gampangnya mengurangi hal yang gak perlu. Contohnya, lo punya 30 baju di dalam lemari, tapi ada 10 baju yang lo nggak suka dan akhirnya nggak dipakai. Nah, 10 baju itu harus lo singkirkan dari lemari. Dari pada di simpan dalam lemari, di makan rayap dan jadi sampah, lebih baik diberikan kepada orang lain yang memang membutuhkan.

Hidup minimalis artinya bukan lebih memilih barang yang harganya murah dan nggak pernah beli barang mahal. Nope! Menyisihkan uang lebih untuk membeli barang yang memang kita perlukan itu terkadang bukan untuk gaya-gayaan atau supaya terlihat lebih 'wah', tapi lebih kepada fungsi dan pemakaian jangka panjang. Tentunya dimana ada harga, pasti ada juga kualitas yang didapatkan. Intinya kita harus bijak dalam membeli. Kalau agak sedikit pricey, tapi pantas untuk dibeli karena memang butuh, ya kenapa nggak?

Sebenarnya nggak semua orang harus melakukan gaya hidup minimalis, tapi ternyata gaya hidup minimalis itu ada beberapa keuntungannya. Kita jadi lebih punya banyak uang simpanan karena mengurangi pembelian barang yang tidak perlu. Kita juga bisa mengurangi sampah di lingkungan sekitar karena apa yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari hanya hal yang kita butuhkan. Setelah gue melihat penjelasan bang Radit dan mencoba untuk nonton film dokumenter The Minimalism, gue jadi tertantang untuk melakukan gaya hidup serupa.

Sejujurnya dalam keseharian pun gue nggak terlalu hedon. Alhamdulillah gue hampir nggak pernah tergiur dengan promo flash sale di e-commerce, mau baju harganya jadi seribu pun gue nggak akan beli kalo gue ngerasa gak butuh. Selain itu walau ada berbagai macam model baju yang lucu, gemes, unik, tapi gue nggak masalah pakai baju yang ada di lemari dan itu-itu aja. Simply, karena gue pilih baju yang nyaman. Gue juga jarang banget beli sepatu atau tas kalau nggak rusak dan butuh banget. Ya, intinya untuk hal yang seperti itu gue biasa aja dan nggak pernah tergoda.

Walau demikian, jangan dikira gue baik-baik aja dan terkesan nggak punya kelemahan. Salah besar! Sebagai perempuan biasa gue juga punya kelemahan dan harus mengendalikan diri tidak mengalokasikan anggaran untuk hal yang tidak perlu. Mari kita mulai!
  • Gue itu paling nggak bisa menghadapi promo make up atau skin care. Entah itu buy one get one, tambah seribu dapat dua, diskonan. Ya maaf teman-teman, aku lemah kalo modelnya kayak gini :') Rasanya selalu mau beli ketika melewati Watsons atau Guardian. Jadi di tahun 2019 gue ingin mengubah gaya hidup untuk nggak beli make up apapun kecuali foundation dan eyeshadow. Gue akan beli skincare kalau memang habis dan dibutuhkan.
  • Godaan gue yang selanjutnya adalah review film. Karena review film yang bagus akan mengantarkan saya menuju ke bioskop, baik itu XXI atau CGV. Padahal sebenarnya gue nggak butuh-butuh banget nonton. Jadi di tahun 2019 gue hanya akan nonton film Avengers, Aladdin, Frozen 2, Toy Story 4, How to Train Your Dragon 3, dan Charlie's Angels aja. Untuk film lainnya, doakan gue semoga nggak tergoda untuk nonton.
  • Gue itu suka banget makan di tempat makan yang lucu-lucu dan ngemil huhuhu. Insya Allah gue akan meminimalisir makan di luar. Sesekali aja sih oke lah ya, tapi nggak boleh keseringan karena sebenarnya hal itu nggak perlu.
Sepertinya tiga hal dulu yang bisa gue minimalisir. Doakan poinnya tidak berkurang dari rencana awal dan semoga nanti bertambah lagi seiring berjalannya waktu. Semoga gue bisa meminimalisir hal yang tidak perlu dan back to basic. Apa resolusi kalian di tahun 2019?

Kamis, Desember 06, 2018

Menjadi Anak-Anak

Akan selalu ada perasaan seperti anak-anak dalam diri setiap manusia dewasa. Merindukan indahnya kebersamaan dalam keluarga, ingin bermain bersama teman-teman, tidak perlu pusing memikirkan masa depan, dan hal rumit lainnya. Hanya sibuk belajar dan makan. Sesekali menonton acara televisi kesukaan.

Dalam diri setiap anak-anak, semuanya terasa jujur dan menyenangkan. Jika salah satu teman tidak suka kepada kita, mereka akan menegur secara langsung. Atau bahkan mengadu kepada guru supaya memberikan mediasi yang tepat. Ya, walaupun kadang harus dilalui dengan pertengkaran kecil, namun percayalah bahwa hal demikian tidaklah berlangsung lama.

Berbeda dengan anak-anak, manusia dewasa menyembunyikan keburukan seseorang dan menjadikannya bahan gunjingan. Sebagian akan membicarakannya saat orang tersebut tidak ada. Tidak sedikit dari mereka tertawa, mengulangi, tanpa memberi tahu orang tersebut di bagian mana harus diperbaiki. Sebagian lagi akan menunjukan tatapan tidak suka tanpa berkata-kata. Seakan-akan asumsinya adalah yang paling benar.

Akan selalu ada perasaan seperti anak-anak dalam diri kita. Ingin menangis lepas dan di peluk secara bersamaan. Jika terluka karena jatuh, tak segan untuk menangis. Saat dijauhi teman, akan berbicara kepada ibu dan ayah. Saat sedang berduka, akan erat memeluk kerabat terdekat.

Manusia dewasa jarang sekali menangis dan menampakan kerapuhan dalam diri mereka. Bisa jadi diam-diam ia sedang menyimpan masalah besar, atau bahan sedang memikirkan bagaimana cara mengakhiri hidupnya. Manusia dewasa terkadang bisa lebih rapuh dari anak-anak, namun hanya sedikit yang menyadarinya. Sedikit yang menyadarinya, karena dia jarang menunjukan perasaan sebenarnya. Saat sakit atau terluka mereka akan menahannya. Lalu menangis sendirian karena tidak ingin membuat khawatir orang di sekitarnya.

Jika aku harus memilih mana masa yang paling aku suka, apakah menjadi dewasa atau anak-anak, aku akan bilang lebih menyukai masa anak-anak. Tapi waktu terus berjalan dan detik tidak dapat di hentikan. Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan setiap orang dan aku memilih menjadi dewasa tanpa meninggalkan sisi kekanakanku. Karena aku juga manusia. Akankah kita berlari atau justru meghadapinya?

Jika boleh berdoa, izinkan aku dikelilingi oleh orang yang memahami bahwa kadang ada sebagian dalam diriku yang kekanakan. Semoga mereka memahami dan dapat memelukku dengan erat disaat aku ingin menangis. Semoga mereka bisa selalu jujur kepadaku saat aku melakukan hal yang salah dan tidak sesuai aturan. Apalah artinya menjadi dewasa tanpa sisi kekanakan dalam diri kita?

Sabtu, November 03, 2018

Love Your Self

Sometimes there is part of myself said if I'm not worth it. I'm not good enough. I'm not that pretty. I hate my big pores and my bumpy skin. I think I'm not perfect. I hate myself. Beauty standard of this country is trying to push us to have a white skin, a slim body like Victoria Secret's model, and that's really insane. Not everybody have a lucky genetic.

But, I think that's not the point of life what supposed to be, as a woman. I think a woman should empower woman and trying to love theirself just the way they are. I'm trying to love myself to be the best version of me. Don't pretend to be anyobody else. Because it's exhausting. If you love yourself, love will follow you.

H-17