Jumat, Desember 28, 2018

Mengubah Gaya Hidup di 2019

Halo semuanya! Kayaknya udah lama banget ya nggak nulis. Doakan semoga bisa lebih konsisten menulis di kemudian hari. Aamiin :)

Jadi gue mau share sedikit tentang video Raditya Dika di YouTube tentang gaya hidup yang sekarang dia terapkan sehari-hari, yaitu gaya hidup minimalis. Jadi bang Radit ini suka banget mengkoleksi jam tangan untuk sebuah momen tertentu. Misal, ketika film barunya tembus dua juta penonton, bang Radit akan beli jam tangan sebagai pengingat momen tersebut. Dan gue cukup kaget ketika dia cerita di channel YouTubenya untuk menjual semua koleksi jam tangannya. Kalian bisa nonton penjelasan bang Radit tentang gaya hidup barunya di sini ya.

Kalau kalian udah nonton, gue mau share sedikit pendapat dari sudut pandang gue. Jadi sebenarnya apa itu hidup minimalis? Harus nggak sih kita melakukan gaya hidup seperti itu?

Hidup minimalis itu nggak sama artinya dengan pelit. Ya ngapain banget pelit sama diri sendiri hahahaha. Hidup minimalis itu artinya adalah mengurangi hal yang tidak esensial dalam hidup kita. Bahasa gampangnya mengurangi hal yang gak perlu. Contohnya, lo punya 30 baju di dalam lemari, tapi ada 10 baju yang lo nggak suka dan akhirnya nggak dipakai. Nah, 10 baju itu harus lo singkirkan dari lemari. Dari pada di simpan dalam lemari, di makan rayap dan jadi sampah, lebih baik diberikan kepada orang lain yang memang membutuhkan.

Hidup minimalis artinya bukan lebih memilih barang yang harganya murah dan nggak pernah beli barang mahal. Nope! Menyisihkan uang lebih untuk membeli barang yang memang kita perlukan itu terkadang bukan untuk gaya-gayaan atau supaya terlihat lebih 'wah', tapi lebih kepada fungsi dan pemakaian jangka panjang. Tentunya dimana ada harga, pasti ada juga kualitas yang didapatkan. Intinya kita harus bijak dalam membeli. Kalau agak sedikit pricey, tapi pantas untuk dibeli karena memang butuh, ya kenapa nggak?

Sebenarnya nggak semua orang harus melakukan gaya hidup minimalis, tapi ternyata gaya hidup minimalis itu ada beberapa keuntungannya. Kita jadi lebih punya banyak uang simpanan karena mengurangi pembelian barang yang tidak perlu. Kita juga bisa mengurangi sampah di lingkungan sekitar karena apa yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari hanya hal yang kita butuhkan. Setelah gue melihat penjelasan bang Radit dan mencoba untuk nonton film dokumenter The Minimalism, gue jadi tertantang untuk melakukan gaya hidup serupa.

Sejujurnya dalam keseharian pun gue nggak terlalu hedon. Alhamdulillah gue hampir nggak pernah tergiur dengan promo flash sale di e-commerce, mau baju harganya jadi seribu pun gue nggak akan beli kalo gue ngerasa gak butuh. Selain itu walau ada berbagai macam model baju yang lucu, gemes, unik, tapi gue nggak masalah pakai baju yang ada di lemari dan itu-itu aja. Simply, karena gue pilih baju yang nyaman. Gue juga jarang banget beli sepatu atau tas kalau nggak rusak dan butuh banget. Ya, intinya untuk hal yang seperti itu gue biasa aja dan nggak pernah tergoda.

Walau demikian, jangan dikira gue baik-baik aja dan terkesan nggak punya kelemahan. Salah besar! Sebagai perempuan biasa gue juga punya kelemahan dan harus mengendalikan diri tidak mengalokasikan anggaran untuk hal yang tidak perlu. Mari kita mulai!
  • Gue itu paling nggak bisa menghadapi promo make up atau skin care. Entah itu buy one get one, tambah seribu dapat dua, diskonan. Ya maaf teman-teman, aku lemah kalo modelnya kayak gini :') Rasanya selalu mau beli ketika melewati Watsons atau Guardian. Jadi di tahun 2019 gue ingin mengubah gaya hidup untuk nggak beli make up apapun kecuali foundation dan eyeshadow. Gue akan beli skincare kalau memang habis dan dibutuhkan.
  • Godaan gue yang selanjutnya adalah review film. Karena review film yang bagus akan mengantarkan saya menuju ke bioskop, baik itu XXI atau CGV. Padahal sebenarnya gue nggak butuh-butuh banget nonton. Jadi di tahun 2019 gue hanya akan nonton film Avengers, Aladdin, Frozen 2, Toy Story 4, How to Train Your Dragon 3, dan Charlie's Angels aja. Untuk film lainnya, doakan gue semoga nggak tergoda untuk nonton.
  • Gue itu suka banget makan di tempat makan yang lucu-lucu dan ngemil huhuhu. Insya Allah gue akan meminimalisir makan di luar. Sesekali aja sih oke lah ya, tapi nggak boleh keseringan karena sebenarnya hal itu nggak perlu.
Sepertinya tiga hal dulu yang bisa gue minimalisir. Doakan poinnya tidak berkurang dari rencana awal dan semoga nanti bertambah lagi seiring berjalannya waktu. Semoga gue bisa meminimalisir hal yang tidak perlu dan back to basic. Apa resolusi kalian di tahun 2019?

Kamis, Desember 06, 2018

Menjadi Anak-Anak

Akan selalu ada perasaan seperti anak-anak dalam diri setiap manusia dewasa. Merindukan indahnya kebersamaan dalam keluarga, ingin bermain bersama teman-teman, tidak perlu pusing memikirkan masa depan, dan hal rumit lainnya. Hanya sibuk belajar dan makan. Sesekali menonton acara televisi kesukaan.

Dalam diri setiap anak-anak, semuanya terasa jujur dan menyenangkan. Jika salah satu teman tidak suka kepada kita, mereka akan menegur secara langsung. Atau bahkan mengadu kepada guru supaya memberikan mediasi yang tepat. Ya, walaupun kadang harus dilalui dengan pertengkaran kecil, namun percayalah bahwa hal demikian tidaklah berlangsung lama.

Berbeda dengan anak-anak, manusia dewasa menyembunyikan keburukan seseorang dan menjadikannya bahan gunjingan. Sebagian akan membicarakannya saat orang tersebut tidak ada. Tidak sedikit dari mereka tertawa, mengulangi, tanpa memberi tahu orang tersebut di bagian mana harus diperbaiki. Sebagian lagi akan menunjukan tatapan tidak suka tanpa berkata-kata. Seakan-akan asumsinya adalah yang paling benar.

Akan selalu ada perasaan seperti anak-anak dalam diri kita. Ingin menangis lepas dan di peluk secara bersamaan. Jika terluka karena jatuh, tak segan untuk menangis. Saat dijauhi teman, akan berbicara kepada ibu dan ayah. Saat sedang berduka, akan erat memeluk kerabat terdekat.

Manusia dewasa jarang sekali menangis dan menampakan kerapuhan dalam diri mereka. Bisa jadi diam-diam ia sedang menyimpan masalah besar, atau bahan sedang memikirkan bagaimana cara mengakhiri hidupnya. Manusia dewasa terkadang bisa lebih rapuh dari anak-anak, namun hanya sedikit yang menyadarinya. Sedikit yang menyadarinya, karena dia jarang menunjukan perasaan sebenarnya. Saat sakit atau terluka mereka akan menahannya. Lalu menangis sendirian karena tidak ingin membuat khawatir orang di sekitarnya.

Jika aku harus memilih mana masa yang paling aku suka, apakah menjadi dewasa atau anak-anak, aku akan bilang lebih menyukai masa anak-anak. Tapi waktu terus berjalan dan detik tidak dapat di hentikan. Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan setiap orang dan aku memilih menjadi dewasa tanpa meninggalkan sisi kekanakanku. Karena aku juga manusia. Akankah kita berlari atau justru meghadapinya?

Jika boleh berdoa, izinkan aku dikelilingi oleh orang yang memahami bahwa kadang ada sebagian dalam diriku yang kekanakan. Semoga mereka memahami dan dapat memelukku dengan erat disaat aku ingin menangis. Semoga mereka bisa selalu jujur kepadaku saat aku melakukan hal yang salah dan tidak sesuai aturan. Apalah artinya menjadi dewasa tanpa sisi kekanakan dalam diri kita?

Sabtu, November 03, 2018

Love Your Self

Sometimes there is part of myself said if I'm not worth it. I'm not good enough. I'm not that pretty. I hate my big pores and my bumpy skin. I think I'm not perfect. I hate myself. Beauty standard of this country is trying to push us to have a white skin, a slim body like Victoria Secret's model, and that's really insane. Not everybody have a lucky genetic.

But, I think that's not the point of life what supposed to be, as a woman. I think a woman should empower woman and trying to love theirself just the way they are. I'm trying to love myself to be the best version of me. Don't pretend to be anyobody else. Because it's exhausting. If you love yourself, love will follow you.

H-17

Jumat, November 02, 2018

Quotes ≠ Quite

Pada saat acara wisuda di Stanford University, Steve Jobs menyampaikan sebuah speech dengan quotes yang pernah dia baca di suatu buku. Bunyinya, "stay hungry, stay foolish", dan sampai sekarang itu adalah salah satu quotes yang gue pegang dalam kehidupan bermasyarakat. Bahwa sebagai manusia kita gak boleh cepat berpuas diri dan harus selalu mau belajar dari siapapun dan dimanapun.

Namanya juga manusia. Pasti ada kalanya kita merasa sombong dan bisa segalanya. Menganggap remeh proses yang kecil, sehingga lupa bahwa hal besar bermula dari yang kecil. Kalau kerja gak bisa langsung ada di posisi jempolan tanpa melewati jari kelingking. Tanpa pembelajaran dari orang lain kita gak akan bisa jadi manusia hebat dan kuat.

Quotes inilah yang selalu gue percaya untuk membawa mimpi menjadi lebih dekat. Tidak menyerah dan selalu percaya. Gue berharap akan tetap memegang teguh quotes itu saat sudah menjadi lebih hebat dari hari ini. Stay hungry and stay foolish, Krisna!

H-18

Kamis, November 01, 2018

Bohemian Rhapsody dari Kacamata Orang Awam

Hari ini memutuskan untuk pergi nonton Bohemian Rhapsody. Film tentang sebuah band rock asal Inggris. Film ini lebih banyak mengisahkan tentang Fredie Mercury, sang vokalis. Sebenarnya ragu mau nonton film ini, karena hanya tau beberapa lagu hitsnya aja, tapi akhirnya tetap berangkat nonton.

Ketika gue sampai di tempat tujuan, pas banget jam 15:30. Gue pikir udah telat, ternyata waktu masuk teater masih penayangan iklan. Baru kali ini merasa beruntung karena adanya iklan yang panjang di XXI hahaha. Oh iya, FYI bakalan ada penayangan ulang film dari Marvel untuk menyambut 10 tahun Marvel Cinematic Universe. Semoga saya tidak tergoda untuk nonton hiks. Kayaknya gak akan tergoda sih, mau nonton Coldplay, Fantastic Beasts, dan The Nutcracker.

Back to the main topic.

Gue gak mau kasih tau spoiler film Bohemian Rhapsody, tapi kalau kalian bertanya-tanya kenapa band Queen bisa jadi legend, kalian harus banget nonton film ini di bioskop. Mereka jenius banget dan passionate dalam menciptakan musik. Gue paling suka lagu Bohemian Rhapsody. Walau terkesan agak aneh musik dan liriknya, tapi feelnya dapet banget sih.

Siap-siap nyanyi juga karena akan ada beberapa lagu hits yang disuguhkan, contohnya; Bohemian Rhapsody, Love of My Life, We Will Rock You, dan tidak ketinggalan juga lagu We are The Champion (inget banget setiap main FIFA di playstation lagu terakhirnya ini ).

Setelah nonton film ini, gue jadi mau dengerin lebih banyak lagu Queen dan nonton live performance mereka. Sungguh menyenangkan tau sisi kehidupan dari orang lain dan mengetahui jalan pikirannya.

H-19